Presidenmenekankan pentingnya peran para pemuda sebagai pemimpin di era digital yang harus berani dalam mengambil risiko serta merebut peluang di era kemajuan teknologi saat ini. Tak lupa juga pemuda harus mampu mengembangkan cara-cara inovatif da kreatif di masa mendatang. Para pemuda juga diminta untuk saling bantu satu sama lain untuk mewujdukan kemajuan bagi Indonesia. Baca Juga: Peringati Sumpah Pemuda, Kelompok Anak Muda di Medan Lakukan Aksi Bersih Sungai
Jebakanera digital bisa menjadikan pemuda ini kecanduan hal-hal yang kontraproduktif. Republika.co.id. REPUBLIKA.ID. Pemuda Indonesia Didorong Bersatu di Era Digital Senin , 01 Nov 2021, 10:08 WIB. Red: Fernan Rahadi. Pemuda (ilustrasi) | Foto: ugm.ac.id
Sebutsaja Nadiem Makarim (GoJek) yang kini menjadi menteri, William Tanujaya (Tokopedia), Yasa Singgih (Mens Republik), Ferry Unardi (Traveloka) adalah para teknopreneur yang sukses di usia muda. Tapi sebaliknya tantang pemuda saat ini juga semakin berat dengan adanya era digital, budaya konsumtif, individualisme, malas berorganisasi, masuknya ideologi-ideologi yang menyesatkan bisa mudah masuk dan merubah perilaku positif menjadi negatiif.
Vay Tiền Nhanh. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia adalah negara dengan kepadatan penduduknya. Pemuda di Indonesia yang banyak jumlahnya, tentu saja juga memiliki peranan penting bagi bangsa Indonesia yang sedang menata diri untuk menjadi bangsa yang lebih maju. Jika pemuda indonesia yang banyak ini dapat diberdayakan dengan maksimal, tentu saja itu dapat menjadi mata tombak indonesia untuk menuju bangsa yang lebih maju. Ditambah dengan adanya kecanggihan teknologi yang sudah menjadi konsumsi harian pemuda indonesia kini. Rasanya jarang kita temukan pemuda indonesia yang tidak dapat mengoprasikan sebuah perangkat dari itu rasanya sudah tidak perlu ditanyakan apa saja yang dapat di kontribusikan dari pemuda Indonesia untuk bangsa ini. Ini adalah beberapa hal yang mungkin dilakukan pemuda indonesia untuk bangsa ini di era digital seperti sekarang1. Menjadi pelopor mobilisasi massa yang bertujuan untuk kebaikan bangsaMobilisasi massa bukan hanya melulu tentang demo. Mobilisasi massa yang lain yang dapat dilakukan contohnya menjadi pelopor gerakan menjaga kelestarian lingkungan. Seperti yang diketahui bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan kekayaan alamnya. Namun, kini banyak hutan, pantai, pegunungan, laut indonesia yang sudah mulai rusak karena pengeksploitasian yang berlebihan demi mencapai kekayaan materi semata, tanpa memikir kan dampak panjangnya yang berpengaruh pada kelestarian alam Indonesia. Publikasi pergerakan massa tersebut kini dapat menggunakan aplikasi canggih yang telah ada, kita dapat menarik simpati masa menggunakan berbagai aplikasi tersebut. 2. Membantu sesama menggunakan perangkat digital Kita sudah dapat melihat contohnya, seperti ketika salah satu gadis di Jogja yang tidak dapat membiayai pendidikannya disalah satu Universitas ternama di negara ini. Banyak para simpatisan yang kemudian membuat sebuah kegiatan charity di internet untuk membantu meringankan beban gadis belia tersebut. dan hasilnya pun kini, gadis tersebut dapat kuliah menggunakan biaya dari para donatur yang Sebagai pengembang era digitalKekreatifan dari pada pemuda dapat di salurkan untuk menciptakan aplikasi dan perangkat yang dapat meringankan pekerjaan orang menggunakan aplikasi yang mudah diakses dan dioperasikan baik bagi anak mudanya sendiri ataupun berbagai golongan yang mungkin menggunakannya. Contohnya saja seperti yang kita ketahui salah satu aplikasi ojek digital, permaninan, maupun aplikasi pembelajaran yang diciptakan oleh anak Penyebar informasi bermanfaat Saya rasa untuk masalah ini tak perlu dipertanyaakan. Seperti contohnya, beberapa waktu yang lalu, ketika ditemukan sebuah kotak mencurigakan di daerah Ringroad utara Yogyakarta. Ternyata kotak tersebut adalah seperangkat bom rakitan. Anda yang warga sekitar Yogyakarta pasti mendapati berita agar sekiranya tidak melewati daerah tersebut untuk beberapa saat hingga sudah dinyatakan aman oleh gegana atau pihak yang generasi muda Indonesia di era digital, tentu saja kita dapat berperan penting bagi bangsa ini. Kita adalah generasi yang memiliki andil besar untuk Indonesia yang lebih maju di masa depan. Untuk itu, kita patut memperkaya diri dengan ilmu-ilmu yang berkembang dan menjadikan diri sekreatif mungkin untuk menggunakan segala fasilitas yang dimiliki untuk hal-hal yang berguna dan bermanfaat, tak hanya bagi diri sendiri namun, juga untuk masyarakat sekitar atau bahkan bangsa Indonesia. Lihat Lyfe Selengkapnya
Jumat 29 Oct 2021 1053 WIB Rep Havid Al Vizki/ Red Fian Firatmaja Jokowi Peran Pemuda Sangat Penting di Era Digital JAKARTA — Presiden Joko Widodo mengaku di era digital saat ini, pemuda mempunyai peran yang penting untuk Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat sambutan Hari Sumpah Pemuda ke-93. Jokowi mengatakan, pemuda adalah kekuatan terbesar dan juga bonus demografi bagi bangsa Indonesia. Menurutnya pemuda harus berani mengambil resiko dan merebut peluang yang ada. Selain itu, Ia menambahkan para pemuda juga harus bisa menemukan inovasi-inovasi terbaru. Serta dapat memimpin di era digital saat ini. Video Editor Fakhtar Khairon Lubis
SUARATERKINI, – Pemuda memiliki peran yang penting untuk menciptakan Indonesia yang maju di era digital. Tolak ukur kemajuan suatu negara itu diukur dari seberapa unggul pemudanya, karena pemuda adalah pewaris bangsa jika pemudanya baik maka baik pula bangsanya. Natalia Lisa Maringka, selaku Mentor Liga Mahasiswa NasDem Sulawesi Utara mengatakan bahwa pemuda berperan penting sebagai generasi penerus bangsa dan agen perubahan bangsa. Menurutnya, pemuda sebagai generasi penerus bangsa merupakan generasi yang dipersiapkan sebagai subjek pelaksana pembangunan yang berkelanjutan dan pemegang kendali masa depan suatu negara, tidak terkecuali Indonesia. “Sebagai agen perubahan, generasi muda berperan untuk menyelesaikan segala tantangan persoalan dalam bidang sosial dan lingkungan, khususnya di era digital saat ini,” kata Natalia selaku narasumber pada Webinar Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Direktorat Aplikasi dan Informatika Kemkominfo RI dengan tema Tantangan Pemuda di Era Digital’, secara virtual di Jakarta. Dalam keterangan tertulisnya pada media, Minggu 7/5 menyebutkan, tantangan utama generasi muda dalam perkembangan digital adalah untuk tidak hanyut dan menjadi korban dari sisi negatif kemajuan teknologi. Cara untuk menghadapi tantangan pada generasi muda yaitu membangun kepedulian sosial sejak dini mulai dari lingkungan keluarga agar anak tidak menjadi orang yang individualistis. “Penguatan literasi digital dapat diperoleh melalui kemampuan skill dari mengolah informasi, kemampuan menggunakan teknologi digital yang baik, dan jangan gagap teknologi dan gagap informasi.” sebut Mentor Liga Mahasiswa NasDem Sulut tersebut. Selain itu, etika berbudaya di dunia digital juga merupakan bagian dari penguatan literasi digital, yang memiliki tujuan untuk menggunakan teknologi digital dengan baik untuk hal yang berguna dan bermanfaat serta dengan tidak melanggar aturan-aturan hukum khususnya UU ITE 11 tahun 2008. Sementara itu narasumber berikutnya yaitu Anggota Komisi I DPR RI, Hillary Brigitta Lasut, mengatakan bahwa di era digital terdapat begitu banyak tantangan-tantangan yang dihadapi pemuda, khususnya dalam upaya untuk terlibat aktif di dalam proses pembangunan bangsa. Menurutnya, generasi muda memiliki pilihan untuk mengembangkan kemampuan teknologi informatika dan komunikasi secara digital, baik ke arah yang positif maupun ke arah negatif. “Berhadapan dengan majunya konektivitas teknologi digital seperti transaksi online, membuat pemuda terkadang terjerumus melakukan penjualan yang bersifat negatif, seperti prostitusi online, perdagangan narkoba, dan penyelundupan barang impor yang diperjualbelikan secara ilegal di platform digital,” sebut Hillary. Hal tersebut terjadi karena tidak semua daerah di Indonesia dapat mendapatkan pekerjaan secara mudah, sehingga terkadang generasi muda tidak punya pilihan ketika berhadapan dalam situasi sulit. Hillary berharap, agar pemuda pemudi Indonesia turut memanfaatkan teknologi digital untuk melatih softskill, berpemikiran8 kritis, dan mendekatkan diri kepada Tuhan agar selalu memiliki semangat yang tinggi untuk mencapai karir yang sesuai dengan cita-cita dan menggapai masa depan yang cerah, serta siap dalam menghadapi segala tantangan di era digitalisasi. Sementara itu narasumber terakhir, Oratna Wati Br Singarimbun, selaku Pengamat Digital Sulawesi Utara mengatakan bahwa Pemuda adalah generasi emas dan tombak suatu negara. Peran pemuda sangatlah penting untuk kemajuan suatu negara, apalagi di era digital seperti saat ini. “Pemuda harus bisa memanfaatkan keberkembangannya teknologi saat ini, banyak yang bisa dilakukan salah satunya dengan berkarya melalui media sosial,” kata Oratna. Ia menuturkan, media sosial sudah tidak asing lagi kita dengar pada era ini, dan merambah ke semua kalangan, dari mulai anak kecil hingga orang tua sudah menggunakannya. Berkarya melalui media sosial dapat menunjukkan kepada seluruh dunia tentang karya-karya yang sudah kita buat. “Kita sebagai pemuda harus dapat memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini dengan segala kreativitas,” ujar Oratna Pengamat Digital Sulawesi Utara. Sayangnya, masifnya perkembangan digital ini juga memiliki dampak negatif bagi generasi muda, yakni membuat generasi muda menjadi terlena akan dunia maya, membuat diantaranya menjadi memiliki sikap malas gerak mager, termakan hoax karena tidak diimbangi dengan literasi digital, dan banyak yang terjebak akan penipuan dan penyalahgunaan data pribadi. “Generasi muda menjadi pengguna media sosial yang produktif yaitu memiliki tujuan yang jelas, bersikap bijak dalam bermedia, bijak dalam berkonten, menghasilkan karya yang dapat menginspirasi banyak orang,” pungkas Oratna. Rep/Her
peran pemuda di era digital